"Tentara TikTok" Netizen India Sebut Militer Chinakarena Tidur Sambil Bawa Senjata

"Tentara TikTok" Netizen India Sebut Militer Chinakarena Tidur Sambil Bawa Senjata

Hubungan India dan China sempat memanas setelah terjadi pertikaian antar pasukan di wilayah perbatasan di Ladakh. Kedua negara dipisahkan oleh Garis Kontrol Aktual (LAC) di wilayah tersebut. India secara resmi mengkonfirmasi kematian 20 tentara saat bentrokan terjadi pada 15 Juni, sementara China membantah laporan adanya 40 korban.

Harian pemerintah China, Global Times baru-baru ini membagikan sebuah video di Twitter yang memperlihatkan tentara China berada di LAC tengah melakukan "pelatihan tidur".

Rekaman video TikTok itu menampilkan sekelompok tentara China dengan senjata mereka tengah tertidur dengan membawa senjata mereka. Ketika senjata mereka akan direbut, mereka langsung sigap.

"Bahkan tidur dengan kelelahan setelah latihan intensif, mereka tidak akan membiarkan siapa pun mengambil senjata mereka. Inilah arti senjata bagi tentara China," demikian bunyi keterangan video yang diunggah Global Times tersebut, seperti dikutip dari Sputnik News, Kamis (25/6).

Warganet India kemudian ramai mengomentari unggahan tersebut. Sejak bentrokan terjadi, muncul sentimen anti-China di India.

Mengomentari video tersebut, sejumlah warganet India menilai tentara China itu lebay atau berlebihan dan menyebutnya sebagai tentara TikTok.

"Lebay tak berkesudahan," tulis akun dengan nama Iamjitusrivas.

"Kelompok teater rakyat China sedang bertugas," balas akun bernama Sootradhar.

Di India, sentimen publik terhadap China telah bergeser menyusul pecahnya pandemi dan ketegangan yang meningkat baru-baru ini di wilayah perbatasan di Lembah Galwan, Ladakh. Banyak orang India, termasuk tokoh masyarakat dan selebritis terkemuka, menyerukan tagar #BoycottMadeInChina - yang mencakup serangkaian produk, mulai dari telepon pintar hingga lampu.

Pada 15 Juni, pasukan India dan China terlibat dalam bentrokan keras di Ladakh, yang menyebabkan kematian 20 tentara India. Menyusul pertempuran mematikan, dua pihak telah melakukan beberapa rangkaian negosiasi untuk mengurangi ketegangan di wilayah yang disengketakan dan telah sepakat untuk melepaskan diri dari titik bentrokan.