Pemko Batam Luncurkan Aplikasi "Bakulan" Layanan Penjualan Produk Lokal

Pemko Batam Luncurkan Aplikasi "Bakulan" Layanan Penjualan Produk Lokal

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam meluncurkan aplikasi “Bakulan”. Aplikasi berbasis android ini merupakan layanan daring penjualan produk pertanian Batam.

“Produk yang dijual di aplikasi Bakulan ini adalah hasil produksi kelompok tani di Kota Batam. Jadi produk lokal. Ini bentuk inovasi kita, seperti yang diharapkan Pak Wali. Sehingga ada peningkatan pelayanan, baik ke petani maupun ke masyarakat,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batam, Mardanis di Sekupang, Selasa (7/7).

Kehadiran aplikasi ini selain untuk memudahkan masyarakat peroleh bahan pangan, juga guna mendukung usaha pertanian lokal. Kelebihannya, produk pertanian dan usaha mikro kecil menengah punya pasar penjualan. Di sisi lain masyarakat bisa menikmati produk pangan dengan harga murah karena langsung dari produsen petani atau peternaknya.

“Dengan kita berbelanja di Bakulan ini secara tak langsung juga mendukung para petani dan peternak kita. Konsumen juga dimudahkan karena tak perlu keluar rumah, barang yang dibutuhkan diantar langsung ke alamat. Apalagi di masa sekarang yang harus meminimalisir kontak fisik, tentu sangat membantu. Harganya juga murah, karena langsung harga dari petaninya. Dan diatur agar di bawah harga pasar. Misal cabai di pasar Rp40 ribu, di Bakulan ini Rp35-36 ribu,” paparnya.

“Bakulan” dapat masyarakat Batam unduh melalui google Play Store. Atau bisa klik link berikut ini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.Bakulan.in.

Setelah aplikasi terinstal, masyarakat terlebih dulu mendaftar dengan memasukkan data pribadi sesuai permintaan sistem. Antara lain nama, alamat, nomor telepon, dan surel. Kemudian menagatur kata sandi atau password.

Jika sudah terdaftar, masyarakat bisa langsung mulai berbelanja. Pilihannya beragam, seperti kategori buah-buahan, bumbu, sayur-mayur, hingga sembako.

“Untuk pengiriman diusahakan hari yang sama. Misal pesan pagi jam 7 diantar jam 11-an. Tapi kalau sore, di hari berikutnya. Pembayaran juga mudah, COD (cash on delivery), barang diterima, baru bayar,” kata dia.

Mardanis mengatakan pihaknya bersama koperasi petani dan peternak menargetkan 2 ton produksi lokal terjual per hari. Dan 1 ton di antaranya merupakan produk cabai. Tujuannya tak lain untuk membantu pemerintah dalam upaya menekan angka inflasi daerah.

Khusus untuk cabai, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Koperasi Petani Batam juga membuat “cabe corner”. Cabai hasil produksi petani lokal dititip ke sejumlah warung yang berada di lingkungan pemukiman.

“Contohnya di Sekupang itu ada lima warung yang kita titipkan jadi ‘cabe corner’. Selain itu kita juga tetap menjalankan kios mobil keliling yang menjual berbagai komoditas pangan produksi petani kita,” ujarnya.